Shalat Khusyu atau Shalat Berjamaah?
“Saya ingin lebih merasakan shalat khusyu, makanya saya tidak shalat berjamaah. Sebab, kalau shalat berjamaah saya jadi agak sulit meraih shalat khusyu.”
Pernyataan tersebut sering kita dengar, banyak orang memilih shalat khusyu dibanding shalat berjamaah. Bagaimana menurut pandangan anda?
Pilih Shalat Khusyu atau Shalat Berjamaah di Masjid?
Idealnya, lakukan shalat khusyu di masjid (shalat berjamaah). Tapi jika harus memilih salah satunya, shalat berjamaah di masjid lebih utama. Bukankah Rasul SAW sangat membenci orang yang tidak mau hadir shalat berjamaah? Rasul juga menyetarakan orang yang tidak mampu shalat berjamaah dengan orang munafik, “Tiada yang lebih berat pelaksanaannya oleh seorang munafik, kecuali shalat Isya dan Subuh berjamaah…” (HR Bukhari, Muslim).
Lain dari itu, bukankah nabi Muhammad adalah orang yang paling khusyu? Bukankah nabi Muhammad tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid? Bagi saya yang awam, hal ini memberi petunjuk bahwa shalat khusyu akan lebih mudah dicapai bila kita shalat berjamaah.
Hal ini persis ketika ada yang memejamkan mata ketika shalat, dengan dalih agar lebih khusyu. Nah, bukankah nabi tidak memejamkan mata saat shalat? Bukankah nabi adalah yang paling bisa shalat khusyu? Ini juga -menurut saya- dapat disimpulkan bahwa shalat khusyu lebih mudah diraih dengan tidak memejamkan mata.
Karena itu, mari kita belajar shalat khusyu dengan cara yang diajarkan Rasulullah, yaitu: shalat khusyu dengan berjamaah (shalat berjamaah) dan tidak memejamkan mata. Bagaimana menurut pendapat anda?
Ayo, kita belajar shalat khusyu berjamaah di masjid…
kw: sholat khusyu, sholat berjamaah
Tags: cara shalat khusyu, cara sholat khusyu, pelatihan shalat khusyu, pelatihan sholat khusyu, shalat berjamaah, shalat berjamaah di masjid, shalat khusyu, shalat sunnah, sholat berjamaah, sholat berjamaah di masjid, Sholat Khusyu, sholat sunnah
September 25th, 2011 at 6:33 am
Assalaamu’alaikum
Memilih antara khusyu atau berjamaah? sebuah pilihan sulit, dan ini pula yang akhir2 ini mengganggu pikiranku. Dalam tataran ideal tentu “khusyu dalam jamaah” tentu adalah harapan kita semua, namun kenyataan di lapangan ga semudah itu. Mari kita tengok praktek2 shalat berjamaah di masjid2 kita, sulit sekali menemukan praktek shalat berjamaah yang khusyu (paling tidak dalam persepsi khusyu aku). Satu contoh dari sekian banyak contoh, aku baru nyampe “alhamdulillahi robbil ‘alamiin” iman udah nyuruh aku baca “amiin” jadinya ya disambung aja “alhamdulillahirobbil amiinn” (he..he..just kidding bro). Tambahin deh satu contoh lagi pas ruku. Aku pengen ngamalin sunnah nabi, ruku dengan tulang punggung lurus, tumaninah…baru baca subhanarobbiyal ‘adzhim…tapi blom juga neh punggung lurus dah disuruh samiallaahu…sama imam…
Aku sering merenung, memang berjamaah sangat dianjurkan (bahkan nyaris diwajibkan kale…ama Rasulullah) tapi kalo aku ingat kembali pada tujuan kita diperintahkan shalat yakni agar kita tanha ‘anil fahsya iwal munkar, agar memperoleh ketenangan, agar memperoleh sollusi segala permasalahan….itu jadi ga dapet bro…Jadinya shalat berjamaah menjadi rutinitas yang miskin kesan dan makna…
Ku pikir juga perintah khusyu ditegaskan dengan jelas oleh Allah dalam Quran…jadi memang pilihan sulit. Lagi2 kalo bicara dalam tataran ideal mestinya ga ada yang dikorbanin…berjamaah dalam kekhusyuan…alangkah indahnya.
Aku juga pernah ngintip pendapatnya Imam Ghazali yang menyatakan kurang lebih kaya gini, “tergantung kondisi…kalo memang diri kita sudah mampu khusyu dengan kondisi berjamaah di masjid ya lebih bagus di masjid, tapi kalo belom mampu khusyu dengan segala kondisi minus di masjid ya shalat sendiri dengan khusyu lebih baik.
Lagi2 ..persoalan utama kita adalah belum tumbuhnya praktek2 shalat khusyu secara berjamaah di masjid2 kita…
Contoh lagi, kemaren tuh pas ramadhan samar2 dari rumahku kedenger imam mimpin shalat tarawih….wuih…hebat tenan bro…baca fatihah dalam satu nafas…bayangin aja…aku sih pasti keteteran…nah apa aku mesti ikut berjamaah atau mending shalat sendiri dengan fatihah dalam tujuh nafas….?
Intinya, fokus persoalan kita adalah bukan memilih …tapi memperbaiki kesadaran kita sebagai umat para pendiri shalat untuk menumbuhkan shalat2 khusyu berjamaah di masjid2…hal ini terutama harus disadari oleh para pemakmur masjid agar masjid bener2 jadi pusat kejayaan islam…amin
[Reply]